Dua Jurnalis Palestina Gugur akibat Serangan Udara Israel saat Jalankan Tugas Meliput
Perang Israel-Hamas yang dimulai pada 7 Oktober telah menimbulkan dampak mematikan bagi para jurnalis. Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ), sebuah badan pengawas internasional, mengatakan bahwa hingga Sabtu (6/1/2024), 77 jurnalis dan pekerja media telah terbunuh. Sebanyak 70 orang di antaranya adalah warga Palestina, empat warga Israel, dan tiga warga Lebanon.
Sementara kantor media Pemerintah Gaza yang dikelola Hamas mengatakan, dua kematian baru ini menambah jumlah jurnalis yang terbunuh akibat serangan Israel sejak 7 Oktober 2023 sampai hari ini menjadi 109 orang.
Sebuah video yang diunggah di saluran YouTube yang terhubung dengan Aljazirah menunjukkan, Wael Al-Dahdouh menangis di samping jenazah putranya sembari memegang tangan korban. Kemudian, setelah putranya dimakamkan, dia mengatakan dalam pidatonya di televisi bahwa jurnalis di Gaza akan terus menjalankan tugasnya.
“Seluruh dunia perlu melihat apa yang terjadi di sini,” kata Wael.
Wael Al-Dahdouh begitu dikenal di kalangan pemirsa di Timur Tengah setelah dia mengetahui dalam siaran langsung bulan lalu bahwa istrinya, putra, putri, dan cucunya tewas akibat serangan udara Israel.
Editor: Ahmad Islamy Jamil