Drama Penyanderaan 2 Bulan, Polisi Haiti Rebut Kembali Depot Bahan Bakar dari Geng Kriminal
“Sekarang kami bisa bernapas. Kelaparan hampir membunuhku,” kata seorang sopir truk Gabriel Salny yang lega bisa kembali bekerja dan menghasilkan uang.
Haiti Makin Genting, Geng Kriminal Halangi Pengendalian Wabah Kolera
Dia mengatakan blokade bahan bakar berdampak pada negara dan semua warga Haiti.
Pejabat terminal Varreux mengatakan 45 truk telah diisi dengan lebih dari 300.000 galon solar dan lebih dari 39.000 galon bensin pada Selasa.
Haiti Lumpuh, Pemerintah Angkat Tangan Minta Bantuan Tentara Internasional
Belum diketahui pasti apakah geng tetap menguasai daerah sekitar depot di Port-au-Prince tersebut atau tidak.
Terminal Varreux mampu menampung sekitar 10 juta galon bahan bakar diesel dan bensin, juga lebih dari 800.000 galon minyak tanah.
Kehidupan di Haiti Lumpuh, Pemerintah Minta Bantuan Angkatan Bersenjata Internasional
Pada hari Senin (7/11/2022), Kementerian Pertahanan Haiti mengeluarkan pernyataan yang mengatakan, tentara dan polisi kembali menguasai terminal bahan bakar tersebut.
Jika SPBU dibuka sesuai rencana, rumah sakit dan bisnis termasuk bank dan toko kelontong diharapkan dapay melanjutkan kegiatannya secara normal.
Pemerintah belum mengatakan apakah kenaikan harga bahan bakar yang diumumkan pada bulan September akan tetap berlaku. Pada saat itu, Perdana Menteri Ariel Henry mengatakan pemerintahannya tidak mampu lagi mensubsidi bahan bakar. Akibatnya, protes besar dan blokade bahan bakar dilakukan oleh geng G9 yang menuntut pengunduran diri perdana menteri.
Editor: Umaya Khusniah