DPR AS Desak Pemerintahan Joe Biden Tetapkan Kembali Houthi sebagai Teroris
“Mencabut penunjukan Houthi tanpa perubahan material dalam perilakunya merusak kredibilitas alat kebijakan luar negeri yang penting ini,” kata para anggota DPR AS.
Pada Januari lalu, mantan Presiden AS Donald Trump memasukkan Houthi ke dalam daftar organisasi teroris. Namun, pemerintahan Presiden Joe Biden malah mencabut penetapan status tersebut dengan dalih ingin meredakan konflik di kawasan Timur Tengah.
Tak hanya itu, pada Feburari, Biden juga mengumumkan bahwa AS mengakhiri dukungan untuk operasi ofensif Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi di Yaman.
Houthi dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan serangan udara lintas perbatasan mereka ke Arab Saudi. Kelompok pemberontak yang didukung Iran itu menyasar wilayah-wilayah sipil di Saudi dengan drone yang sarat bahan peledak dan rudal balistik.
Awal bulan ini, Houthi juga menembakkan drone bermuatan bahan peledak di Pelabuhan Ras Tanura, situs kilang dan fasilitas pemuatan minyak lepas pantai terbesar di dunia.
Pecahan peluru dari rudal balistik yang diluncurkan Houthi juga jatuh di dekat daerah pemukiman di Kota Dhahran, yang digunakan oleh perusahaan minyak terbesar dunia, Saudi Aramco.