Donald Trump Tertinggal dalam Polling dari Joe Biden, tapi Belum Tentu Kalah Pilpres
Pengamat politik Ipsos Chris Jackson mengatakan, pada 2016, polling terakhir yang digelar pada malam menjelang pemungutan suara memprediksi Hillary unggul tipis secara nasional dibandingkan Trump. Namun ternyata ada negara bagian yang terlewatkan dalam polling yakni di kawasan Midwestern yang kemudian memenangkan Trump.
Dia mengatakan, penyebab kesalahan pada 2016 adalah tidak dimasukkannya perwakilan warga kulit putih dalam sampel polling yang merupakan pememilih setia Trump kala itu.
Banyak lembaga survei yang sudah memperbaiki metodologi untuk mencegah kesalahan serupa pada 2016. Negara bagian yang menjadi medan pertempuran sesungguhnya sudah masuk dalam survei terakhir, sehingga hasilnya mungkin akan lebih mendekati.
Namun yang harus diwaspadai, banyak pemilih Trump yang saat ini memilih diam, karena tak mau terseret dalam kontroversi yang kerap dilakukan atau dilontarkan sang presiden. Mereka enggan memberi tahu pilihan mereka ke lembaga survei di waktu sedini ini.
Hal lain yang memengaruhi, pilihan responden polling bisa saja berubah saat ini dan nanti. oleh karena itu lembaga survei harus benar-benar berhati-hati.
Kampanye bisa menjadi pemicu perubahan sikap pemilih.
Pada 2016, 16 hari sebelum pemungutan suara, situs FiveThirtyEight memberikan Hillary peluang 86 persen kemenangan, hampir sama dengan Biden saat ini.
Editor: Anton Suhartono