Donald Trump Rombak Pentagon, Promosikan Pejabat yang Pernah Sebut Obama Teroris
“Sulit untuk melebih-lebihkan betapa berbahayanya pergantian tingkat tinggi di Departemen Pertahanan selama masa transisi kepresidenan,” kata legislator dari Partai Demokrat, Adam Smith, yang memimpin Komite Angkatan Bersenjata di DPR AS, dikutip Reuters, Rabu (11/11/2020).
Jabatan yang ditinggalkan Esper kini diisi oleh Christopher Miller—yang sebelumnya menjabat direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS. Pentagon mengatakan, Kash Patel yang sebelumnya menjadi penasihat kontraterorisme teratas di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih—akan menjadi kepala staf menteri pertahanan AS.
Patel pernah bekerja sebagai pembantu utama legislator Devin Nunes, seorang anggota Partai Republik pro-Trump yang mengetuai Komite Intelijen DPR AS. Saat bekerja untuk Nunes, Patel membantu membuat memo yang menuduh FBI dan Departemen Kehakiman AS berlaku bias terhadap Trump.
Setelah kepergian Esper, penasihat kebijakan tertinggi Pentagon juga mengundurkan diri. Jabatan itu diisi oleh Anthony Tata, seorang pensiunan brigadir jenderal Angkatan Darat AS yang pernah menyebut Obama sebagai “seorang pemimpin teroris”.

Perombakan tersebut tampaknya menjadi upaya terakhir Trump memenuhi janji kampanye yang masih belum terpenuhi menjelang era kekuasaannya berakhir pada 20 Januari 2021. Upaya Itu termasuk kemungkinan memerintahkan penarikan penuh pasukan AS dari Afghanistan.
Perwakilan Elissa Slotkin, seorang Demokrat yang menjabat sebagai pejabat senior Pentagon dalam pemerintahan Obama, meminta Miller untuk menempatkan kepentingan keamanan nasional di atas kesetiaan kepada Trump.
Editor: Ahmad Islamy Jamil