Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi
Advertisement . Scroll to see content

Donald Trump Klaim Dicurangi dalam Pilpres 2020, Ini Penjelasan KPU Amerika Serikat

Jumat, 13 November 2020 - 08:19:00 WIB
Donald Trump Klaim Dicurangi dalam Pilpres 2020, Ini Penjelasan KPU Amerika Serikat
Capres Partai Republik, Donald Trump memberikan pernyataan di Gedung Putih. Trump menuding ada pihak yang sengaja membuat perolehan suaranya terganggu. (foto: CNN)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Para pejabat senior federal dan badan pemilihan negara bagian Amerika Serikat mengatakan tidak ada temuan bukti kecurangan dalam Pilpres AS 2020. Pernyataan ini merespons klaim Trump ada surat suara hilang di beberapa negara bagian.

Trump dan Partai Republik sempat melancarkan tudingan ada permainan curang dalam Pilpres AS 2020--yang dimenangkan capres Partai Demokrat Joe Biden. Meski tidak secara rinci menyebut pihak yang bermain, Trump dan Republik bersikeras memiliki bukti-bukti kecurangan seperti surat suara yang dihilangkan, diubah isi pilihan dalam sistem pemilihan menggunakan pos (main in ballots).

Bahkan, mereka sempat mengajukan permintaan ke Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat untuk menghentikan perhitungan suara di tiga negara bagian yakni Michigan, Nevada dan Pennsylvania. Sebagai informasi, Trump mengalami kekelahan atas Biden di tiga negara yang pada pemilu 2016 menjadi lumbung suara baginya.

Namun, permintaan tersebut ditolak MA yang menilai klaim tersebut tidak jelas dan disertai bukti kuat.

Respons KPU Amerika atas klaim Trump

Merespons manuver Trump dan Partai Republik yang menolak hasil pemilu, Dewan Koordinasi Infrastuktur Pemilu--lembaga di bawah badan keamanan pemilihan pemerintah federal--angkat bicara. Kepada AFP, mereka menyebut pemilu AS di tengah pandemi Covid-19 salah satu yang tersukses sepanjang sejarah demokrasi Negeri Paman Sam.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut