Disemprot Raja, Kemhan Malaysia Batal Beli Heli Tempur Black Hawk
KUALA LUMPUR, iNews.id - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Malaysia akhirnya membatalkan pembelian empat helikopter Black Hawk bekas. Keputusan itu diambil setelah Raja MalaysiaSultan Ibrahim Iskandar, saat peringatan 60 tahun Resimen Layanan Khusus Malaysia pada 16 Agustus lalu, mengkritik rencana tersebut.
Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia Jenderal Mohd Nizam Jaffar mengatakan, pernyataan tegas Sultan Ibrahim telah mengubah rencana.
“Kami tidak akan mengusulkan (pengadaan) Black Hawk dan lebih memperhatikan kekhawatiran Yang Mulia,” katanya, seperti dilaporkan surat kabar berbahasa Melayu, Utusan Malaysia, dikutip Rabu (20/8/2025).
Malaysia pada Mei 2023 menandatangani kesepakatan untuk menyewa empat helikopter Sikorsky UH-60A+ Black Hawk dari pemasok lokal, Aerotree Defence and Services, dengan nilai 187 juta ringgit. Kontrak penyewaan berlangsung selama 5 tahun. Namun Kemhan Malaysia mengeluarkan pembatalan penyewaan pada November 2024 setelah Aerotree gagal mengirim helikopter pertama sesuai kesepakatan yang dicapai pada Oktober 2024.
Setelah itu Kemhan mengeluarkan kontrak baru untuk pembelian unit yang diterbitkan pada Agustus 2025.