Dirayakan 1 Miliar Orang, India Satu-satunya Negara yang Sukses Mendarat di Kutub Selatan Bulan
“Bayangkan sebuah pesawat ruang angkasa meluncur melintasi ruang angkasa, dengan kecepatan 10 kali lipat kecepatan pesawat terbang, dan harus hampir berhenti agar dapat mendarat dengan mulus di permukaan bumi—semuanya hanya dalam waktu beberapa menit dan, yang lebih penting, tanpa campur tangan manusia. Singkatnya, inilah yang disebut pendaratan lunak,” ujar Amitabha Ghosh, ilmuwan yang bertugas dalam misi penjelajahan NASA ke Mars, kepada The Indian Express, pekan ini.
Pendaratan lunak sekaligus menunjukkan kemampuan teknis sebuah pesawat luar angkasa. Apalagi jika lokasi pendaratannya berada di dekat kutub selatan bulan pada garis lintang 70 derajat, tentu sangat sulit untuk dicapai dengan mulus.
Semua pesawat luar angkasa yang pernah mendarat di bulan sebelumnya mendarat di wilayah dekat ekuator bulan. Kawasan itu dipilih, pertama, karena lebih mudah dan aman. Medan dan suhunya pun lebih kondusif untuk pengoperasian instrumen yang lama dan berkelanjutan. Sinar matahari juga hadir di wilayah tersebut, menawarkan pasokan energi secara teratur untuk instrumen yang memanfaatkan tenaga surya.
Semua keuntungan yang ditawarkan oleh kawasan khatulistiwa bulan tersebut menyebabkan wilayah kutub satelit alami bumi itu tidak terjelajahi sebelumnya. Suhu yang sangat dingin bisa saja membuat wilayah tersebut akan tetap membeku. Oleh karenanya, bebatuan dan tanah di kutub utara dan selatan bulan setidaknya diharapkan dapat memberikan petunjuk tentang awal mula sistem Tata Surya kita.
Wahana Chandrayaan-2, pendahulu Chandrayaan-3, juga berusaha mendarat di kutub selatan bulan ini pada 2019. Akan tetapi, pesawat antariksa itu tidak dapat melakukan pendaratan lunak dan kehilangan kontak setelah mencapai permukaan.
Editor: Ahmad Islamy Jamil