Di mana Lokasi Pesawat Luar Angkasa China Berbobot 8 Ton Bakal Jatuh?
BEIJING, iNews.id - Salah satu pesawat luar angkasa terbesar China, Tiangong-1, diperkirakan akan jatuh ke bumi paling cepat Sabtu 1 April 2018. Tiangong-1 mengorbit pada ketinggian rata-rata sekitar 212 kilometer pada Senin kemarin atau 4 km lebih rendah dibandingkan sehari sebelumnya.
Beijing Aerospace Flight Control Center menggunakan data itu sebagai perkirakaan kapan pesawat luar angkasa itu akan masuk ke atmosfer bumi.
Dalam pernyataanya, China Manned Space Engineering Office, menyatakan, pesawat seberat 8 ton dengan panjang 10 meter itu akan masuk ke atmosfer bumi antara 31 Maret dan 4 April 2018. Sebagian besar komponen pesawat akan terbakar dan hancur sedangkan sisa puingnya akan menghujam bumi.
Sayangnya, China tak bisa memastikan secara pasti di mana saja puing-puingnya akan jatuh karena pesawat luar angkasa itu sudah di luar kontrol mereka. Selain itu, pesawat berputar tak beraturan sehingga para ilmuwan sulit memetakan pola lajunya.
Namun beberapa ahli memprediksi, Tiangong-1 akan jatuh di sekitar lokasi 43 derajat lintang utara (LU) dan 43 derajat lintang selatan (LS). Artinya puing-puing itu bisa saja jatuh di wilayah Amerika Serikat bagian utara hingga Australia bagian selatan.
Zhu Jin, direktur Planetarium Beijing, mengatakan, kemungkinan puing pesawat menimpa manusia sangat kecil. Bahkan, kata dia, lebih kecil dari kesempatan seseorang mendapatkan lotere.
Menurut dia, besar kemungkinan bagian pesawat akan jatuh di laut, yang mengisi 70 persen dari permukaan bumi.
Pernyataan serupa disampaikan Aerospace Corporation yang menyatakan kemungkinan seseorang terimpa puing pesawat adalah 1 berbanding 1 triliun.
“Ketika masih ke atmosfer, akan tampak kilatan cahaya yang tak biasanya. Seperti meteor yang bergerak pelan,” kata dia, dikutip dari The Star, Selasa (27/3/2018).
Namun dia menegaskan, jika pesawat masuk ke atmosfer pada siang hari maka kemungkinan kilatan cahaya itu tak terlihat.
European Space Agency juga menyampaikan prediksi serupa. Pesawat akan menimpa bumi pada akhir pekan mendatang yakni antara 30 Maret dan 2 April.
Tiangong-1 memasuki orbitnya pertama kali pada 29 September 2011. Pesawat ini merupakan batu loncatan bagi China untuk meluncurkan stasiun ruang angkasa yang diperkirakan akan dilakukan pada 2020.
Pada 16 Maret 2016, Tiangong-1 menghentikan layanan datanya dan resmi mengakhiri misinya. Namun Tiangong-2 masih tetap di orbit dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Editor: Anton Suhartono