Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hormati Karyawan Muslim, Negara di Eropa dan Amerika Ini Kurangi Jam Kerja Selama Ramadan
Advertisement . Scroll to see content

Deretan Negara Kurangi Jam Kerja saat Ramadan, Ada yang Hanya 5 Jam Sehari

Sabtu, 21 Februari 2026 - 09:52:00 WIB
Deretan Negara Kurangi Jam Kerja saat Ramadan, Ada yang Hanya 5 Jam Sehari
Memasuki puasa Ramadan, ada negara yang menetapkan jam kerja hanya lima jam per hari. (Foto: AI/Ilustrasi)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Deretan negara mengurangi jam kerja saat Ramadan menjadi perhatian publik. Sejumlah negara mayoritas Muslim memangkas durasi kerja demi memberi ruang bagi umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk. Bahkan, ada negara yang menetapkan jam kerja hanya lima jam per hari.

Kebijakan pengurangan jam kerja selama Ramadan umumnya diatur dalam regulasi ketenagakerjaan nasional. Namun, di negara dengan populasi Muslim minoritas, penyesuaian waktu kerja biasanya bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan.

Uni Emirat Arab Pangkas Jam Kerja untuk Semua Karyawan

Deretan negara kurangi jam kerja saat Ramadan salah satunya diterapkan di Uni Emirat Arab. Pemerintah secara resmi mewajibkan pengurangan jam kerja selama bulan suci untuk sektor publik maupun swasta.

Biasanya jam kerja dipersingkat dua jam dari jadwal normal. Aturan ini berlaku bagi seluruh karyawan, termasuk non-Muslim, sebagai bagian dari regulasi nasional selama Ramadan.

Arab Saudi hingga Oman Terapkan Regulasi Resmi

Di Arab Saudi, pemerintah menetapkan jam kerja lebih singkat bagi pegawai sektor publik. Instansi pemerintah beroperasi dengan durasi kerja yang dikurangi, sementara sektor swasta menyesuaikan aturan sesuai regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

Sementara itu, Qatar termasuk yang paling signifikan memangkas waktu kerja. Pegawai negeri biasanya bekerja sekitar lima jam per hari selama Ramadan sesuai undang-undang ketenagakerjaan.

Kebijakan serupa juga berlaku di Kuwait, Bahrain, dan Oman. Negara-negara tersebut secara resmi mengurangi jam kerja pegawai pemerintah sebagai praktik tahunan yang telah diatur regulasi nasional.

India hingga Negara Barat Beri Fleksibilitas

Berbeda dengan negara Timur Tengah, India tidak memiliki kebijakan nasional yang mewajibkan pengurangan jam kerja selama Ramadan. Namun, di wilayah dengan populasi Muslim besar, sejumlah kantor atau institusi memberikan fleksibilitas jadwal secara internal.

Di Amerika Serikat dan Kanada, beberapa perusahaan menawarkan jam kerja fleksibel, opsi bekerja dari rumah, hingga menyediakan ruang khusus untuk salat. Kebijakan ini umumnya lahir dari inisiatif keberagaman dan inklusi perusahaan.

Sementara itu, di Britania Raya dan Jerman, sejumlah perusahaan mengizinkan karyawan Muslim menyesuaikan jadwal kerja selama Ramadan. Perusahaan multinasional di kedua negara tersebut juga aktif mendorong kebijakan ramah keberagaman.

Adapun Prancis menerapkan kebijakan sekularisme yang ketat sehingga Ramadan bukan hari libur nasional. Meski begitu, beberapa tempat kerja tetap memberikan tambahan waktu istirahat saat berbuka puasa atau penyesuaian terbatas.

Deretan negara kurangi jam kerja saat Ramadan menunjukkan bagaimana kebijakan ketenagakerjaan dapat beradaptasi dengan kebutuhan spiritual masyarakat. Langkah ini menjadi bentuk dukungan terhadap keseimbangan antara produktivitas dan pelaksanaan ibadah selama Ramadan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut