Demonstrasi Rusuh di Iran, 38 Orang Tewas
TEHERAN, iNews.id - Jumlah korban tewas dalam demonstrasi besar-besaran di Iran bertambah menjadi 38 orang hingga Rabu (7/1/2026). Di antara korban juga terdapat pasukan keamanan.
Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia Iran (HRANA), kelompok yang berbasis di Amerika Serikat (AS), mengungkap jumlah korban itu dihitung selama demonstrasi yang berlangsung 11 hari.
Disebutkan, demonstrasi pecah di 31 provinsi. Dari total korban tewas, 34 adalah demonstran dan 4 personel pasukan keamanan.
HRANA juga mengungkap, demonstrasi berlangsung di 348 lokasi, menyebabkan puluhan orang luka dan 2.217 ditahan.
Iran Sesalkan PBB seperti Tak Berdaya Hadapi Amerika Serikat
Menurut laporan tersebut, sebagian besar luka disebabkan tembakan peluru karet dan peluru plastik.
Pemrintah Iran belum mengeluarkan pernyataan mengenai korban tewas atau luka-luka.
Keras! Iran Sebut Serangan AS ke Venezuela sebagai Terorisme Negara
Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan akan membela demonstran Iran. Bahkan Trump mengancam akan membunuh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei jika pasukan Iran terus membunuh demonstran.
Pernyataan Trump itu memicu kemarahan para pejabat tinggi Iran.
Iran diguncang demonstrasi, dipicu ambruknya perekonomian yang ditandai dengan anjloknya nilai mata uang rial atas dolar AS. Rial terdepresiasi cepat, telah melampaui 1.350.000 terhadap dolar.
Editor: Anton Suhartono