Demonstrasi di Filipina Rusuh, Massa Serang Polisi Jarah Hotel
Presiden Marcos berjanji bahwa penyelidikan tersebut tidak akan menyisakan "sapi keramat" setelah muncul laporan anomali dalam anggaran pengendalian banjir sebesar 1,9 triliun peso dalam 15 tahun terakhir.
Massa menyemut dari Taman Luneta di Manila hingga Monumen Kekuatan Rakyat di Kota Quezon. Para demonstran mengecam apa yang mereka sebut sebagai pencurian yang dilembagakan serta patronase politik yang disamarkan dalam struktur pekerjaan umum.
"Kita akan mewarisi negara ini suatu hari nanti. Bagaimana kita bisa berkembang di bawah pemerintahan yang korup?" ujar Paolo Chaves (24), seorang demonstran yang juga mahasiswa kedokteran Universitas Filipina-Manila, kepada The Straits Times.
"Kami muak dengan sistem yang busuk ini," katanya, menegaskan.
Banyak demonstrasn membawa baner bertuliskan "Kembalikan uang kami yang dicuri" dan "Semua yang terlibat harus bertanggung jawab".
Polisi dan penyelenggara memperkirakan sekitar 115.000 orang mengikuti demonstrasi tersebut.