Demonstran Sweeping Warga Israel di Bandara Dagestan Rusia: Tak Ada Tempat bagi Pembunuh Anak-Anak!
Sedikitnya 20 orang terluka dalam insiden itu, dua di antaranya dalam kondisi kritis. Polisi tak menangkap seorang pun dalam kejadian tersebut, namun Komite Investigasi Rusia turun tangan membantu penyelidikan.
Kementerian Dalam Negeri Distrik Federal Kaukasia Utara Rusia, tempat Dagestan berada, menyatakan penyelidikan akan didasarkan pada rekaman CCTV untuk mengetahui identitas para demonstran yang rusuh.
Disebutkan, pemerintah tak melarang demonstrasi untuk mendukung Gaza, namun harus dilakukan dengan tertib dan tidak mengincar lokasi-lokasi vital.
“Tidak mudah bagi setiap dari kita untuk berdiri dan menyaksikan pembantaian tidak manusiawi terhadap penduduk sipil, rakyat Palestina. Pada saat yang sama, kami mengimbau warga republik untuk tidak menyerah pada provokasi kelompok destruktif dan tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat,” bunyi pernyataan.
Mufti Agung Dagestan, Syekh Akhmad Afandi juga mengimbau warga untuk menghentikan kerusuhan di bandara.
"Anda salah. Masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan cara ini. Kami memahami dan merasakan kemarahan Anda dengan sangat menyakitkan Kita akan menyelesaikan masalah ini secara berbeda,” ujarnya dalam pesan video di Telegram.
Badan penerbangan sipil Rusia Rosaviatsia mengumumkan penutupan bandara sampai 6 November. Semua penerbangan ke wilayah itu akan dialihkan.
Editor: Anton Suhartono