Demo Rusuh London, PM Inggris: Massa Gunakan Bendera Nasional sebagai Kedok untuk Kekerasan
"Namun, kita tidak akan menoleransi serangab terhadap polisi yang sedang bertugas atau orang-orang yang merasa terintimidasi di jalanan kami karena latar belakang atau warna kulit mereka," ujarnya, menegaskan, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (15/9/2025).
Inggris, lanjut dia, merupakan bangsa yang dibangun di atas nilai toleransi, keberagaman, dan rasa saling menghormati.
"Bendera kita mewakili negara ini yang beragam dan kita tidak akan pernah menyerahkannya kepada mereka yang menggunakannya sebagai simbol kekerasan, ketakutan, dan perpecahan," ujarnya.
Massa dari sayap kanan yang menggelar demonstrasi membawa simbol-simbol nasionalis terlibat bentrok dengan aparat. Hal itu salah satunya dipicu oleh orasi-orasi yang provokatif dan menghasut, berisi seruan untuk melawan pemerintah dan kelompok minoritas.
Rekaman video menunjukkan, polisi berkuda dilempari botol yang dibalas petugas dengan pukulan untuk memukul mundur demonstran
Di saat yang sama digelar demonstrasi tandingan diikuti sekitar 5.000 orang di Whitehall, pusat kota London. Demo tersebut berlangsung damai dan aman.
Editor: Anton Suhartono