Demi Indonesia, AS dan China Kesampingkan Konflik dan Ikut Latihan Militer Bersama
Sementara itu, Kementerian Pertahanan China pada pekan lalu menyatakan bahwa pihaknya akan mengirim kapal perusak dan fregat atas undangan Angkatan Laut Indonesia. Australia dan Rusia juga diperkirakan mengirim kapal perang, menurut daftar militer Indonesia yang dilihat oleh AFP.
Para pejabat mengatakan, akan ada 17 kapal asing yang terlibat dalam latihan tersebut, yang akan berfokus pada operasi non-militer dengan sekutu utama. “MNEK merupakan latihan nonperang yang mengedepankan kerja sama maritim di kawasan,” ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady, dalam keterangannya.
Washington DC dan Beijing pada tahun ini berselisih karena sejumlah masalah Asia-Pasifik, termasuk Taiwan, pulau yang didukung AS dengan pemerintahan sendiri yang dianggap China sebagai wilayahnya. Kedua kekuatan dunia itu juga terlibat dalam pergumulan diplomatik atas negara-negara kepulauan Pasifik.
Ketegangan meroket ketika balon mata-mata China melintasi AS sebelum ditembak jatuh. Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin pada pertemuan puncak pertahanan di Singapura pekan lalu mengatakan bahwa kedua negara perlu memperbarui dialog untuk menghindari “kesalahpahaman” yang dapat menyebabkan konflik.
Namun, Beijing menolak undangan menteri pertahanannya untuk bertemu Austin di sela-sela pertemuan puncak itu.