Dari Es Abadi ke Pusat Konflik Global: Mengapa Greenland Diperebutkan?
JAKARTA, iNews.id - Selama puluhan tahun, Greenland kerap dipandang sebagai wilayah es abadi yang jauh dari hiruk-pikuk politik global. Namun kini, pulau terbesar di dunia itu berubah menjadi titik panas geopolitik, diperebutkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China.
Pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan merebut Greenland, bahkan dengan kekuatan militer, menandai babak baru perebutan pengaruh di kawasan Arktik.
Letak Strategis di Jantung Arktik
Greenland berada di posisi yang sangat strategis, menghubungkan Amerika Utara, Eropa, dan Kutub Utara. Secara militer, wilayah ini merupakan kunci pengawasan jalur penerbangan dan rudal lintas benua. Tak heran, Amerika Serikat telah lama memiliki Pangkalan Udara Thule di Greenland, salah satu instalasi pertahanan terpenting AS di kawasan Arktik.
Seiring meningkatnya ketegangan global, posisi Greenland semakin vital dalam peta pertahanan dan keamanan dunia.
Es Mencair, Peluang Terbuka
Perubahan iklim turut mengubah wajah Arktik. Mencairnya lapisan es membuka jalur pelayaran baru yang memangkas waktu tempuh perdagangan global antara Asia, Eropa, dan Amerika. Selain itu, Greenland diyakini menyimpan cadangan besar mineral langka, minyak, gas, serta sumber daya alam strategis lain yang sangat dibutuhkan untuk industri teknologi dan pertahanan.