Dahsyatnya Dampak Tarif Trump, Pengangguran Negara Ini Meroket Jadi 30% padahal Belum Berlaku
CAPE TOWN, iNews.id - Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menjatuhkan tarif masuk sebesar 50 persen terhadap Lesotho berdampak luar biasa bagi perekonomian negara kecil di Afrika Selatan tersebut. Belum resmi diberlakukan, kebijakan ini sudah membuat angka pengangguran di Lesotho melonjak tajam jadi 30 persen, memaksa pemerintah setempat mengumumkan status darurat bencana nasional selama 2 tahun.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Wakil Perdana Menteri Lesotho, Nthomeng Majara, pada Rabu (9/7/2025), menyusul gelombang kebangkrutan yang melanda berbagai sektor industri, terutama tekstil, tulang punggung ekspor Lesotho ke Amerika Serikat.
“Kami menetapkan status bencana hingga 30 Juni 2027 untuk memitigasi dampak ekonomi akibat krisis pengangguran yang memburuk secara drastis,” kata Majara.
Langkah Trump menjatuhkan tarif 50 persen terhadap Lesotho diumumkan pada April lalu sebagai bagian dari kebijakan tarif resiprokal terhadap negara-negara mitra dagang AS. Meski penerapannya sempat ditunda 90 hari dan kemudian diperpanjang hingga 1 Agustus 2025 untuk memberi ruang negosiasi, efeknya sudah dirasakan jauh sebelumnya.
Sektor Tekstil Lumpuh, Kaum Muda Terdampak
Lesotho adalah negara berpenduduk sekitar 2,3 juta jiwa. Berdasarkan data resmi, pengangguran di kalangan anak muda telah mencapai hampir 50 persen. Industri tekstil, yang menyerap sekitar 40.000 tenaga kerja, merupakan sektor paling terdampak karena sebagian besar ekspornya ditujukan ke pasar Amerika.