Dahsyatnya Badai Pasir di Saudi, seperti Tembok Setinggi 2 Km Melaju 100 Km per Jam
Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan, langit Al Qassim berubah menjadi jingga saat badai melaju ke depan laksana gelombang yang menjulang tinggi. Begitu badai tiba, suasana berubah menjadi gelap gulita karena sinar matahati tak bisa menembus badai akibat terhalang butiran pasir yang beterbangan.
Ahli meteorologi Saudi Abdullah Al Misnad menjalaskan, badai pasir dahsyat itu terjadi akibat aliran udara yang kuat dari awan kumulonimbus.
Dinding-dinding pasir tersebut dapat mencapai ketinggian hingga 2.000 meter (2 km) serta melaju dengan kecepatan angin 100 km/jam. Kondisi tersebut jelas membahayakan transportasi udara dan darat.
Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi sebelumnya mengeluarkan peringatan merah di lima wilayah. Di Riyadh dan Provinsi Timur, otoritas memperingatkan adanya badai pasir, hujan lebat, hujan es, serta potensi banjir yang terus berlanjut.
Makkah juga masuk daftar peringatan, termasuk hujan lebat dan hujan es yang bisa menimbulkan banjir bandang.
Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap berada di dalam rumah, menghindari area terbuka, serta membatasi perjalanan, terutama di jalan raya.
Editor: Anton Suhartono