Coober Pedy, Kota Bawah Tanah di Australia dengan Pemandangan Menakjubkan
Hal ini kemudian membuat sejumlah penduduk membangun rumah dibawah tanah hingga terciptalah sebuah pemukiman.
Melansir Britannica, pemukiman yang didirikan tersebut kemudian diberi nama Coober Pedy oleh Progress and Miners Association setempat pada tahun 1920.
Nama tersebut diambil dari sebuah frasa Aborigin “kupa piti” yang diterjemahkan sebagai “lubang air” atau “orang kulit putih di dalam lubang”.
Kemudian pada tahun 1960, Coober Pedy ditetapkan sebagai sebuah kota dan mengalami perkembangan pesat pada tahun 1960-an dan 1970-an.
Diperkirakan sekitar 50 persen penduduk Coober Pedy tinggal di bawah tanah. Kebanyakan rumah galian digali di lereng bukit daripada digali dari poros.
Tanah di lereng bukit Coober Pedy cukup stabil untuk memungkinkan bentang langit-langit yang besar di kamar-kamar dan bukan hal yang aneh bagi keluarga penambang untuk membeli properti dan terowongan yang berdampingan untuk menghubungkan dua tempat tinggal, atau bahkan tiga atau empat.
Beberapa rumah bergaya mansion tersebar hingga 450 meter persegi di bawah tanah.