Pada Agustus lalu, China sudah meminta Lithuania agar menarik duta besarnya di Beijing. Begitu pula sebaliknya, China mengatakan akan memanggil pulang dubesnya di Vilnius (ibu kota Lithuania) setelah Taiwan mengumumkan pembukaan kantor diplomatiknya di kota itu.

Kantor kedutaan de facto yang dibuka Taipei di Vilnius memiliki nama resmi “Kantor Perwakilan Taiwan di Lithuania”. Sementara, di negara-negara lainnya di Eropa dan AS, kantor perwakilan Taiwan hanya menggunakan nama Kota “Taipei”.
China kerap mewanti-wanti dunia agar tidak mengakui Taiwan sebagai negara merdeka. Penggunaan kata “Taiwan” pada nama kantor perwakilan di Vilnius, dipandang China sebagai bentuk pengakuan Lithuania terhadap kedaulatan negara pulau itu.
China juga meningkatkan tekanan untuk membuat negara lain membatasi interaksi mereka dengan Taiwan, atau memutuskan hubungannya sama sekali. Saat ini, hanya 15 negara yang memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan.
Pada 1 Desember, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China memanggil Duta Besar Jepang di Beijing, Shui Hideo. Pemanggilan itu menyusul pernyataan mantan PM Shinzo Abe yang menyebut Jepang dan Amerika Serikat tidak akan tinggal diam jika Taiwan diserang China.
Menurut Kemlu China, pernyataan Abe itu menantang kedaulatan Tiongkok dan melanggar norma dasar hubungan kedua negara.
Editor: Ahmad Islamy Jamil