China Lakukan Tes Swab Covid Lewat Anus, Diklaim Lebih Efektif
Pekan lalu, seorang pejabat Kota Beijing mengatakan, sampel anal swab telah diambil dari lebih dari 1.000 orang yang terdiri atas guru, karyawan, dan siswa di sebuah sekolah dasar di kota itu. Tes dilakukan menyusul penemuan kasus infeksi di SD itu. Sampel dari hidung dan tenggorokan serta sampel serum mereka tetap dikumpulkan untuk pengujian secara paralel.
Seorang dokter penyakit pernapasan dan infeksi di Kota Beijing, Li Tongzeng mengatakan, tes tambahan menggunakan anal anal dapat menghindari kasus infeksi yang “hilang”. Ini karena jejak virus dalam sampel feses atau usap anal dapat tetap terdeteksi untuk waktu yang lebih lama daripada sampel yang diambil dari saluran pernapasan bagian atas.
Dia menuturkan, sampel tersebut hanya diperlukan untuk pengujian kelompok yang dikurung seperti orang-orang yang berada di bawah karantina.
Sementara, para peneliti di Universitas China Hong Kong (CUHK) dalam sebuah makalah yang diterbitkan tahun lalu mengungkapkan, tes feses mungkin lebih efektif daripada tes pernapasan dalam mengidentifikasi infeksi Covid-19 pada anak-anak dan bayi. Ini karena mereka membawa viral load yang lebih tinggi dalam tinja mereka daripada orang dewasa.
Editor: Ahmad Islamy Jamil