Chick Corea, Pianis Jazz Fusion Kenamaan Amerika Meninggal di Usia 79 Tahun
WASHINGTON DC, iNews.id – Musikus jazz Chick Corea meninggal dunia di usia 79 tahun. Pianis kenamaan asal Amerika Serikat itu meninggal pada 9 Februari, setelah didiagnosis mengidap kanker langka, beberapa waktu lalu.
“Dengan sangat sedih kami mengumumkan bahwa pada 9 Februari, Chick Corea meninggal dunia pada usia 79 tahun, karena kanker langka yang diketahui baru-baru ini,” bunyi pernyataan dalam situs resmi Chick Corea, dikutip BBC, Jumat (12/2/2021).
Karier maestro jazz itu telah membentang lebih dari lima dekade, dengan album terakhirnya yang dirilis pada 2020. Corea adalah musikus keempat yang paling banyak dinominasikan dalam sejarah Grammy Awards, dengan 65 nominasi dan menang 23 kali.
Pemilik nama asli Armando Anthony Corea itu muncul di era 1960-an, saat bermain dengan sosok paling berpengaruh bagi perkembangan jazz abad ke-20, Miles Davis, asal AS. Corea turut membawa warna baru pada dunia piano jazz modern Amerika.
50 Tahun Berkarya di Industri Musik Tanah Air, Rhoma Irama Tampil Memukau di Long Live The King 50Th Soneta
Dia bermain di grup yang didirikannya sendiri, Return to Forever, pada dasawarsa 1970-an, dan menjadi pelopor garis depan aliran jazz fusion. Dia juga dikenal di seluruh dunia berkat karyanya sebagai komposer dengan hits berjudul “Spain” dan “500 Miles High”.
“Melalui kerja kerasnya dan puluhan tahun berkeliling dunia, dia menyentuh dan menginspirasi kehidupan jutaan orang,” tulis pernyataan di situsnya.
Duet Pertama Kali, Ardhito Pramono Puji Rhoma Irama: Ikon Musik Indonesia yang Tak Tergantikan
Dalam sebuah wawancara November lalu, Corea mengatakan, dia telah menghabiskan banyak waktu untuk mengerjakan proyek musik baru, dan berharap bisa bermain kembali di depan penonton langsung.
Corea berkata melalui pesan untuk para penggemarnya sebelum kematiannya: “Ini adalah harapan saya, bahwa mereka yang memiliki hasrat untuk bermain, menulis, tampil atau sebaliknya, lakukan! jika bukan untuk Anda sendiri, maka untuk kita semua.”
“Dunia tidak hanya membutuhkan banyak seniman, tapi juga kesenangan,” ujar Corea.
Editor: Ahmad Islamy Jamil