Bukan Hanya Hujan Salju, Arab Saudi akan Diterjang Badai Petir dan Hujan Es
Juru Bicara NCM Hussein Al Qahtani menegaskan, pihaknya terus memantau perkembangan atmosfer secara intensif. Dia juga membantah informasi yang beredar terkait ancaman banjir besar di Riyadh, seraya mengimbau masyarakat hanya mengandalkan sumber resmi untuk memperoleh informasi cuaca, mengingat kondisi atmosfer yang masih tidak stabil di berbagai wilayah Arab Saudi.
Sementara itu peringatan cuaca buruk pun telah dikeluarkan selama beberapa hari terakhir. Wilayah Qassim bahkan dikategorikan dengan warna merah karena berpotensi mengalami curah hujan lebat yang berisiko menyebabkan banjir.
Astronom dan pakar Jam Matahari Astronomi Taif, Mohammed bin Reddah Al Thaqafi, menjelaskan hujan salju di Arab Saudi bagian utara merupakan fenomena yang relatif rutin setiap musim dingin, meski tidak mengikuti siklus astronomi yang tetap.
Menurut dia, perubahan iklim dan kondisi atmosfer menjadi faktor utama di balik cuaca ekstrem tersebut.
Secara umum, salju di Arab Saudi biasanya turun antara Desember hingga Februari, terutama di wilayah Tabuk, Al Jouf, dan Arar.
Cuaca bersalju yang disertai badai petir dan hujan es dapat menyebabkan jalan licin, jarak pandang berkurang, serta meningkatkan risiko kecelakaan.
Editor: Anton Suhartono