Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.667 per Dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Cuma Teroris, Penjara Guantanamo Disiapkan Trump Tampung 30.000 Imigran Ilegal

Minggu, 02 Februari 2025 - 06:03:00 WIB
Bukan Cuma Teroris, Penjara Guantanamo Disiapkan Trump Tampung 30.000 Imigran Ilegal
Donald Trump akan mengirim imigran ilegal ke penjara Teluk Guantanamo (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Trump kemudian meneken sebuah memorandum yang di dalamnya tidak memuat jumlah imigran, melainkan hanya ruang tahanan tambahan di fasilitas yang diperluas.

Namun keberadaan imigran ilegal itu tak akan mengganggu para tahanan kasus terorisme di penjara dengan tingkat pengamanan tinggi karena lokasi penjara mereka berbeda.

Pangkalan Angkatan Laut AS itu sebelumnya juga sudah difungsikan sebagai fasilitas tahanan imigran, termasuk menahan warga Haiti dan Kuba yang ditangkap di laut.

Utusan khusus Trump untuk masalah perbatasan, Tom Homan, mengatakan pemerintah akan memperluas fasilitas yang sudah ada. Nantinya fasilitas tahanan imigran itu akan dioperasikan oleh badan Imigrasi dan Penegakan Hukum Bea Cukai (ICE).

Menurut Homan, fasilitas tahanan itu hanya diperuntukkan bagi imigran ilegal sekaligus pelaku kejahatan yang kejam.

Fasilitas tahanan di Teluk Guantanamo didirikan pada 2002 oleh AS. Presiden saat itu George W Bush membangun fasilitas itu untuk menahan para anggota kelompok militan asing pasca-serangan 11 September 2001. Saat ini tersisa 15 tahanan di penjara tersebut.

Pendahulu Trump dari Partai Demokrat, Barack Obama dan Joe Biden, bertekad menutup penjara Guantanamo dan mendeportasi para tahanan ke negara asal, namun hanya bisa mengurangi jumlah penghuni. Sementara Trump berjanji untuk mempertahankannya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut