Bukan Cuma Teroris, Penjara Guantanamo Disiapkan Trump Tampung 30.000 Imigran Ilegal
Trump kemudian meneken sebuah memorandum yang di dalamnya tidak memuat jumlah imigran, melainkan hanya ruang tahanan tambahan di fasilitas yang diperluas.
Namun keberadaan imigran ilegal itu tak akan mengganggu para tahanan kasus terorisme di penjara dengan tingkat pengamanan tinggi karena lokasi penjara mereka berbeda.
Pangkalan Angkatan Laut AS itu sebelumnya juga sudah difungsikan sebagai fasilitas tahanan imigran, termasuk menahan warga Haiti dan Kuba yang ditangkap di laut.
Utusan khusus Trump untuk masalah perbatasan, Tom Homan, mengatakan pemerintah akan memperluas fasilitas yang sudah ada. Nantinya fasilitas tahanan imigran itu akan dioperasikan oleh badan Imigrasi dan Penegakan Hukum Bea Cukai (ICE).
Menurut Homan, fasilitas tahanan itu hanya diperuntukkan bagi imigran ilegal sekaligus pelaku kejahatan yang kejam.
Fasilitas tahanan di Teluk Guantanamo didirikan pada 2002 oleh AS. Presiden saat itu George W Bush membangun fasilitas itu untuk menahan para anggota kelompok militan asing pasca-serangan 11 September 2001. Saat ini tersisa 15 tahanan di penjara tersebut.
Pendahulu Trump dari Partai Demokrat, Barack Obama dan Joe Biden, bertekad menutup penjara Guantanamo dan mendeportasi para tahanan ke negara asal, namun hanya bisa mengurangi jumlah penghuni. Sementara Trump berjanji untuk mempertahankannya.
Editor: Anton Suhartono