Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Adik Kim Jong Un: Program Nuklir Korea Utara Tak Bisa Dinegosiasikan!
Advertisement . Scroll to see content

Buka Kongres Partai Buruh, Kim Jong Un Akui Gagal Bikin Ekonomi Korut Meroket

Rabu, 06 Januari 2021 - 11:38:00 WIB
Buka Kongres Partai Buruh, Kim Jong Un Akui Gagal Bikin Ekonomi Korut Meroket
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

“Strategi (ekonomi) itu jatuh tempo tahun lalu, tetapi sangat gagal mencapai tujuannya di hampir setiap sektor,” kata Kim seperti dilaporkan kantor berita Korut, KCNA, Rabu (6/1/2021).

Pada Kongres Partai Buruh Korea 2016, Kim menyerukan percepatan pertumbuhan ekonomi dan perluasan sumber energi domestik Korut, termasuk tenaga nuklir, untuk meningkatkan pasokan listrik. Dia juga menekankan pentingnya “byungjin”, yakni kebijakan pengembangan senjata nuklir dan ekonomi secara paralel yang dicetuskan oleh pendiri Korut, Kim Il Sung.

Kim dikenal sebagai pemimpin yang mengonsolidasikan kekuasaannya lewat serangkaian provokasi militer dan pembersihan musuh-musuh politik dengan kejam. Namun di sisi lain, pria itu juga berusaha membangun citra sebagai sosok yang merakyat, yakni dengan secara terbuka mengakui beberapa kegagalannya. Padahal, tindakan semacam itu dulu dipandang tabu di negara komunis yang memuja-muja pemimpin mereka bak dewa.

Pada parade militer Oktober lalu, Kim bahkan juga terlihat meneteskan air mata saat menyampaikan terima kasihnya kepada orang-orang yang telah banyak berkorban bagi negaranya.

Mengenai pandemi Covid-19, Kim juga memuji para pekerja di Partai Buruh karena mampu memastikan “situasi yang stabil melawan virus corona dari awal hingga akhir”.

“Mereka dengan tegas mengatasi kesulitan dalam menghadapi krisis kesehatan global yang berkepanjangan dan tak tertandingi,” ucap Kim.

Korea Utara sampai hari ini belum pernah merilis data resmi mengenai keberadaan kasus infeksi Covid yang dikonfirmasi di wilayahnya. Negara itu hanya melaporkan ribuan suspek atau “kasus yang dicurigai” kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut