Bos Perusahaan Bagikan Bonus Rp400 Miliar, Bantu Karyawan Bayar Cicilan
HENAN, iNews.id – Seorang pengusaha di China membuat geger media sosial setelah membagikan bonus akhir tahun senilai 180 juta yuan atau sekitar Rp400 miliar kepada para karyawannya. Aksi fantastis tersebut membuat kagum sekaligus iri netizen di Negeri Tirai Bambu.
Perusahaan tersebut adalah Henan Kuangshan Crane Co Ltd, produsen dan penyedia layanan crane serta produk penanganan material yang berbasis di Provinsi Henan. Dalam acara gala tahunan yang digelar pada 13 Februari lalu, perusahaan membagikan bonus tunai lebih dari 60 juta yuan atau sekitar Rp130 miliar secara langsung di lokasi acara.
Sebanyak 800 meja jamuan disiapkan untuk menampung sekitar 7.000 karyawan. Dalam salah satu sesi, para karyawan diundang naik ke atas panggung dan diminta menghitung sendiri uang tunai yang tersebar di meja panjang. Berapa pun jumlah yang berhasil mereka hitung dalam waktu yang ditentukan, boleh langsung dibawa pulang.
Video yang viral di media sosial memperlihatkan para karyawan sibuk menghitung lembaran uang yang tersusun di atas meja. Sementara yang lain tampak memeluk tumpukan uang di atas panggung. Beberapa di antaranya bahkan terlihat kewalahan menahan banyaknya uang yang berhasil mereka dapatkan agar tidak berhamburan.
Polisi Bongkar Sindikat SMS E-Tilang Palsu, Dikendalikan WN China
Bos perusahaan, Cui Peijun, sempat berkelakar kepada departemen keuangan saat acara berlangsung. Dia mempertanyakan alasan perusahaan membagikan mesin cuci sebagai hadiah tambahan.
"Apakah kalian pikir harga emas sedang naik? Tahun-tahun sebelumnya kita memberi kalung dan cincin. Bawa saja uang tunai ke sini dan tambahkan lagi 20.000 yuan (sekitar Rp44 juta) untuk semua orang," teriaknya dari atas panggung, dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Kamis (26/2/2026).
Real Madrid Bikin Penggemar China Murka Kembali Tersandung Kontroversi Rasial, Kirim Permintaan Maaf ke China
Jika digabungkan dengan bonus yang ditransfer kepada karyawan, total pembagian bonus akhir tahun perusahaan tersebut mencapai lebih dari 180 juta yuan. Angka itu setara hampir 70 persen dari total laba perusahaan pada 2025 yang dilaporkan sebesar 270 juta yuan.
Sistem Penggantian Baterai Makin Diminati Pengguna Mobil Listrik di China, Lebih Cepat dari Charging
Didirikan pada September 2002, perusahaan ini kini beroperasi di lebih dari 130 negara. Cui Peijun tercatat menguasai sekitar 98,88 persen saham perusahaan.
Pada 2024, perusahaan membukukan laba bersih 260 juta yuan dan 170 juta yuan di antaranya dibagikan kepada karyawan. Bahkan pada peringatan Hari Perempuan Internasional Maret tahun lalu, perusahaan menggelontorkan hampir 1,6 juta yuan sebagai bonus bagi 2.000 karyawan perempuan.
China Larang Setir Setengah Roda, Tesla Kena Imbas?
Kebiasaannya membagikan uang tunai dalam jumlah besar membuat Cui dijuluki warganet sebagai "bos yang paling suka membagi-bagikan uang". Namun, dia menepis anggapan tersebut dan menegaskan dirinya memahami kesulitan finansial yang dihadapi para karyawan. Dia berharap bisa membantu para karyawannya membayar cicilan.
"Bukan karena saya suka membagi-bagikan uang, tapi anak-anak muda sekarang kan terbebani cicilan mobil dan kredit rumah. Jadi bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti bagi mereka," ujar Cui.
Respons netizen pun membanjiri media sosial. Ada yang menyebut Cui sebagai "dewa rezeki di dunia nyata" dan berharap lebih banyak perusahaan mengikuti langkah serupa. Sebagian lainnya menilai cara tersebut jauh lebih efektif dibandingkan promosi atau iklan mahal.
"Kalau karyawan diperlakukan dengan baik, mereka pasti bekerja lebih keras dan menjaga kualitas. Bos seperti ini layak jadi teladan nasional," tulis seorang netizen.
"Ini benar-benar bos impian. Dengan bonus akhir tahun seperti itu, siapa yang tidak ingin bekerja di sana?" komentar warganet lainnya.
Editor: Maria Christina