Bos NATO Ngeri dengan Militer China, Tambah 100 Kapal Perang dan Punya 1.000 Bom Nuklir
“Xi Jinping, presiden China, sebelum menyerang Taiwan, dia terlebih dulu akan menghubungi Moskow untuk meminta Putin agar kita tetap sibuk di wilayah Eropa ini,” katanya.
Rutte juga mengungkap informasi intelijen dan diskusi di lingkup NATO mengarah pada peningkatan risiko konflik besar dalam waktu dekat, baik di Asia maupun Eropa.
Korut dan Iran Dukung Rusia, NATO Semakin Terjepit
Selain China, Rutte juga menyoroti peran Korea Utara dan Iran dalam mendukung invasi Rusia ke Ukraina. Korea Utara diketahui mengirim senjata, amunisi, hingga tentara, sementara Iran menyuplai teknologi drone tempur yang digunakan di garis depan.
Hal ini membuat NATO berada dalam situasi yang semakin kompleks, menghadapi koalisi kekuatan otoriter yang aktif bekerja sama di berbagai lini, militer, logistik, dan teknologi.
Editor: Anton Suhartono