Bom Vakum, Senjata Terkuat Non-Nuklir yang Digunakan Rusia untuk Bombardir Ukraina
Analis riset Royal United Service Institute Sam Cranny, seperti dikutip oleh Army-Technology, menjelaskan ledakan bom termobarik menyebabkan panas luar biasa yakni mencapai 2.700 derajat Celsius serta periode tekanan berlebih yang relatif tinggi.
Ngeri! Inggris Sebut Rusia Konfirmasi Gunakan Roket Termobarik untuk Serang Ukraina
Adapun dampak yang bisa ditimbulkan dari bom termobarik bisa mengakibatkan luka dalam yang menghancurkan organ tubuh, memecahkan paru-paru, gegar otak, bahkan kebutaan sebagai efek dari gelombang kejut. Kondisi akan semakin parah jika orang-orang bersembunyi di ruang tertutup.
Rusia pernah menggunakan bom termobarik saat upaya merebut ibu kota Chechnya, Grozny, pada akhir 1999 dan awal 2000.
Ngeri Rusia Diduga Pakai Bom Vakum di Ukraina, Bisa Bikin Tubuh Manusia Menguap
Amnesty International juga meneybut Rusia dan Suriah pernah menggunakan senjata ini untuk menyerang pemberontak.
Editor: Anton Suhartono