Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kronologi Bos Perusahaan Ditemukan Tewas di Hotel Mewah Jaksel, Senjata Api Ditemukan di TKP
Advertisement . Scroll to see content

Bikin Merinding, Gadis 14 Tahun Tembak Mati Ibunya dengan Santai lalu Ajak Teman ke Rumah Pamerkan Mayat

Sabtu, 21 September 2024 - 06:15:00 WIB
Bikin Merinding, Gadis 14 Tahun Tembak Mati Ibunya dengan Santai lalu Ajak Teman ke Rumah Pamerkan Mayat
Carly Gregg, remaja 14 tahun yang menembak mati ibunya, tersenyum saat persidangan di Mississippi, Amerika Serikat, Kamis, 19 September 2024. (Foto: Laws & Crime Network via Daily Mail)
Advertisement . Scroll to see content

"Ketika saya membuka pintu dapur, pistol itu melesat di wajah saya dan meletus dua kali lagi. Tetapi tangan saya memegang pistol itu setelah tembakan pertama dan saya merebutnya dari Carly (Gregg)," kata Heath saat persidangan.

Tersenyum dan Tertawa di Persidangan

Proses persidangan Carly Gregg menjadi sorotan karena ekspresinya yang membikin merinding. Dalam sidang yang disiarkan langsung itu menunjukkan Gregg melihat seorang anggota tim pembelanya menuliskan sesuatu di selembar kertas. Isi catatan tersebut tidak jelas. 

Carly Gregg, remaja 14 tahun yang menembak mati ibunya, tersenyum dan menutup mulutnya saat persidangan di Mississippi, Amerika Serikat, Kamis, 19 September 2024. (Foto: Laws & Crime Network via Daily Mail)
Carly Gregg, remaja 14 tahun yang menembak mati ibunya, tersenyum dan menutup mulutnya saat persidangan di Mississippi, Amerika Serikat, Kamis, 19 September 2024. (Foto: Laws & Crime Network via Daily Mail)

Gregg kemudian tersenyum dan tertawa, lalu menutup mulutnya dengan tangan, seperti menahan diri agar tidak tertawa lepas. Namun, audio tidak tersedia saat siaran langsung sehingga tidak diketahui apa yang dikatakan Gregg, setelah ekspresinya itu.

Rebecca Kirk, seorang konselor profesional yang menemui Gregg sembilan kali pada minggu-minggu menjelang penembakan, bersaksi pada Kamis lalu tentang perilaku remaja itu selama sesi mereka. Beberapa minggu sebelum penembakan, tepatnya pada tanggal 14 Februari, Gregg mengatakan berencana untuk membaca Crime and Punishment. 

Novel Fyodor Dostoevsky tahun 1886 itu mengisahkan Raskolnikov, seorang nihilis Rusia yang menurut Kirk, sangat cerdas dan memiliki pikiran obsesif untuk membunuh seorang perempuan. Tokoh dalam novel tersebut berkesimpulan, orang-orang luar biasa berhak membunuh orang lain demi kebaikan masyarakat. Namun, Gregg tidak sempat membaca buku tersebut.

Sementara psikiater Andrew Clark yang juga dihadirkan dalam persidangan mengatakan, dia meyakini Gregg pingsan hingga 90 menit pada hari terjadinya penembakan. Namun, dia juga mengakui seseorang dalam posisi Gregg pasti memiliki motif untuk memalsukan penyakit mental.

Clark mengatakan, Gregg melaporkan kepadanya mengalami halusinasi selama bertahun-tahun sebelum menembak ibunya. Namun, suara-suara di kepalanya tidak pernah memerintahkannya untuk melakukan apa pun.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut