Beredar Kabar Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Terluka akibat Serangan Israel
TEHERAN, iNews.id - Beredar kabar yang menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei terluka akibat serangan Israel. Namun, pejabat Iran menepis rumor bahwa Mojtaba terdampak serangan pasukan zionis.
Mojtaba diangkat menjadi Pemimpin Tertinggi Iran pada Minggu (8/3/2026), menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei yang tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel pada 28 Februari.
Penasihat sekaligus putra Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Yousef Pezeshkian mengatakan, dia mendapat kepastian mengenai kondisi Mojtaba dari orang dekat dan memastikan kondisinya baik.
Yousef tergerak untuk mencari tahu keadaan Mojtaba setelah beredar kabar bahwa sang pemimpin terluka.
Korea Utara Dukung Mojtaba Khamenei Pimpin Iran, Ajak Seluruh Negara Kutuk AS-Israel
Dia lalu mendapat jawaban, bahwa Mojtaba dalam kondisi prima.
"Saya mendengar berita tentang Mojtaba yang terluka. Saya menghubungi teman-teman dan menanyakan hal itu kepada mereka. Alhamdulillah, beliau dalam keadaan sehat dan tidak ada masalah," kata Yousef, seperti dikutip dari kantor berita ISNA, Rabu (11/3/2026).
Megawati Ucapkan Selamat atas Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
Mojtaba Khamenei Gantikan Sang Ayah Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengomentari penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.
Surat kabar The Times of Israel melaporkan, Trump tak banyak berkomentar kepada media mengenai terpilihnya putra tertua mendiang Ayatollah Ali Khamenei itu.
"Kita lihat saja apa yang akan terjadi," ujarnya, kepada surat kabar tersebut, dikutip Senin (9/3/2026).
Dia menambahkan, keputusan untuk menentukan waktu kapan mengakhiri perang melawan Iran ada di tangannya bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
"Saya kira itu bersama-sama… sedikit. Kami telah berdiskusi. Saya akan membuat keputusan pada waktu yang tepat, tapi semuanya akan dipertimbangkan,” katanya.
Editor: Aditya Pratama