Bentrok dengan Militan Kurdi, 12 Tentara Turki Tewas
ANKARA, iNews.id - Sebanyak 12 prajurit Turki tewas dalam bentrokan dengan militan Kurdi di utara Irak selama dua hari berturut-turut pada 22 dan 23 Desember. Bentrokan terjadi usai militan mencoba menyusup ke pangkalan militer Turki.
Akibat bentrokan itu, 13 militan Kurdi juga tewas. Melansir dari Reuters, Minggu (24/12/2023), Turki melakukan operasi dan serangan udara terhadap target di Suriah dan Irak yang diyakini terafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan, atau PKK.
Kelompok itu dianggap separatis oleh Turki dan sudah dilarang karena melakukan pemberontakan terhadap Turki sejak tahun 1980-an.
Ankara menyebut PKK memiliki tempat perlindungan di utara Irak yang menjadi markas besar organisasi tersebut berada. PKK dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa. Puluhan ribu orang telah meninggal sejak dimulainya konflik pada tahun 1984.
Turki: Israel Sebar Banyak Berita Hoaks untuk Tutupi Pembantaian Warga Gaza
Turki juga secara rutin melakukan operasi terhadap orang-orang yang terkait dengan militan Kurdi di dalam negeri.
Dalam beberapa minggu terakhir, Turki telah meningkatkan serangan terhadap militan Kurdi di Suriah dan Irak, serta terhadap anggotanya di dalam negeri. Para militan Kurdi dituding meledakkan bom di dekat gedung pemerintah di Ankara pada 1 Oktober.
AS Desak Turki Hentikan Penggalangan Dana untuk Hamas, Sanksi Boikot Mengintai
Secara terpisah, Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya mengatakan polisi telah menghancurkan 63 tempat berlindung, gua, dan unit penyimpanan yang digunakan oleh militan PKK di enam provinsi.
"Tempat berlindung yang disiapkan oleh organisasi teroris untuk tujuan logistik dan untuk melakukan tindakan pada bulan-bulan musim dingin telah diidentifikasi dan dihancurkan satu per satu," kata Yerlikaya.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq