Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Advertisement . Scroll to see content

Benarkah Perempuan Cantik Ini Agen Mossad yang Sengaja Jebak Bos Telegram Pavel Durov?

Selasa, 10 September 2024 - 13:20:00 WIB
Benarkah Perempuan Cantik Ini Agen Mossad yang Sengaja Jebak Bos Telegram Pavel Durov?
Yulia Vavilova dituduh sebagai agen Mossad yang sengaja menjebak Pavel Durov agar ditangkap di Prancis (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

Ketidakjelasan hubungan keduanya memicu spekulasi bahwa Vavilova adalah agen intelijen yang menjalankan misi untuk membawa Durov ke Prancis sehingga bisa ditangkap. Salah satu teori konspirasi paling populer menyebutkan, dia bekerja untuk agen intelijen Israel, Mossad.

Sementara itu Durov sempat mengatakan kepada polisi Prancis yang menangkapnya bahwa dia memiliki rencana makan malam bersama Presiden Emmanuel Macron. Namun kabar itu dibantah oleh Macron.

Dalam komentar publik pertamanya setelah penangkapan pada Kamis pekan lalu, Durov menyebut tuduhan terhadap dirinya sebagai hal mengejutkan dan salah sasaran. Dia merasa pasal yang digunakan untuk menangkapnya adalah produk undang-undang era pra-ponsel pintar. Dia tak terima disalahkan atas kejahatan yang dilakukan oleh pihak ketiga meski memanfaatkan platform media sosial miliknya.

Pihak berwenang Prancis mendakwa Durov dengan belasan dakwaan pelanggaran, mulai dari menolak bekerja sama dengan pihak berwenang hingga mengelola platform yang diduga digunakan oleh sindikat kejahatan terorganisasi untuk melakukan tindakan ilegal, seperti perdagangan manusia dan pelecehan seksual terhadap anak. 

Durov bersama saudaranya mendirikan Telegram di Rusia pada 2013. Aplikasi tersebut berkembang hingga memiliki hampir 1 miliar pengguna di seluruh dunia dan 10 juta pelanggan berbayar. 

Telegram menawarkan enkripsi untuk pesan masuk dan keluar, meningkatkan privasi bagi pengirim dan penerima. Platform tersebut juga menolak memberikan data pengguna atau rekaman obrolan kepada penegak hukum di negara mana pun.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut