Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nadiem Heran Didakwa Perkaya Diri Rp809 Miliar: Tak Sepeser pun Uang Masuk Kantong Saya
Advertisement . Scroll to see content

Bantu Petakan Physical Distancing, Google Bakal Buka Data Lokasi Pengguna

Jumat, 03 April 2020 - 15:36:00 WIB
Bantu Petakan Physical Distancing, Google Bakal Buka Data Lokasi Pengguna
Ilustrasi Google. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

MOUNTAIN VIEW, iNews.idGoogle akan memublikasikan data lokasi dari para penggunanya di seluruh dunia mulai Jumat (3/4/2020) ini. Langkah itu bertujuan untuk memungkinkan pemerintah mengukur efektivitas kebijakan jaga jarak fisik (physical distancing) yang diberlakukan untuk memerangi pandemi virus corona (Covid-19).

Laporan tentang pergerakan para pengguna di 131 negara itu akan tersedia di situs web khusus yang dibuat Google. Laporan itu berbasis rekaman GPS (global positioning system) itu akan memetakan tren pergerakan dari waktu ke waktu berdasarkan geografi.

“Tren akan menampilkan peningkatan persentase atau penurunan kunjungan ke lokasi-lokasi tertentu seperti taman, toko, rumah dan tempat kerja, bukan jumlah kunjungan secara mutlak,” ungkap Google menurut unggahan di salah satu blog perusahaannya, dikutip AFP, Jumat (3/4/2020).

Kesepakatan itu ditandatangani oleh Jen Fitzpatrick selaku pimpinan di Google Maps, dan Kepala Petugas Kesehatan Google, Karen DeSalvo. “Kami berharap laporan ini akan membantu mendukung keputusan (pemerintah) tentang bagaimana mengelola pandemi Covid-19,” kata mereka.

“Informasi ini dapat membantu pejabat memahami perubahan dalam perjalanan penting yang dapat membentuk rekomendasi pada jam kerja atau menginformasikan penawaran layanan pengiriman,” ujar kedua perempuan itu lagi.

Seperti halnya pendeteksi kemacetan lalu lintas atau pengukuran lalu lintas di Google Maps, laporan baru terkait physical distancing Covid-19 ini akan menggunakan data teragregasi dan dianonimkan, meski pengguna telah mengaktifkan riwayat lokasi mereka. Dengan begitu, tidak akan ada data pribadi pengguna yang dibocorkan.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut