Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BSU Rp600.000 Cair Lagi di Februari 2026? Cek Syarat dan Informasi Berikut
Advertisement . Scroll to see content

Banjir Rendam Pabrik Garmen, 28 Pekerja Tewas 

Selasa, 09 Februari 2021 - 09:00:00 WIB
Banjir Rendam Pabrik Garmen, 28 Pekerja Tewas 
Banjir meendam pabrik garmen di Maroko menewaskan 28 pekerja (Foto: Tanja7 via AP))
Advertisement . Scroll to see content

RABAT, iNews.id - Sebanyak 28 pekerja pabrik garmen ilegal di Kota Tangier, Maroko, tewas setelah tempat mereka beraktivitas terendam banjir, Senin (8/2/2021).

Hujan deras merendam pabrik hingga airnya menutup ruang bawah tanah. Mereka yang tewas terjebak air di dalam pabrik. Fasilitas itu berada di tengah permukiman penduduk.

Stasiun televisi lokal, mengutip pernyataan medis setempat, menyebutkan korban tewas bertambah menjadi 28 orang setelah sebelumnya disebutkan 24.

Otoritas setempat menyatakan, petugas pemadam kebakaran dan layanan darurat menyelamatkan 10 orang yang sempat terjebak. Mereka berada di ruang bawah tanah yang juga diperuntukkan sebagai tempat menginap. Tim penyelamat masih mencari kemungkinan pekerja lainnya yang terjebak.

Tidak diketahui pasti jumlah total pekerja di pabrik tersebut.

Seorang pekerja perempuan yang diselamatkan dari ruang bawah tanah mengatakan kepada media lokal, TanjaNews, tidak ada yang menduga banjir datang begitu tiba-tiba sampai memasuki ruang bawah tanah.

“Tidak ada yang dikhawatirkan, kami bekerja seperti biasa. Kemudian karena hujan, seperti yang Anda lihat, air mulai masuk sedikit, bahkan sepatu saya tidak basah. Tapi tiba-tiba...," katanya tanpa menyelesaikan penjelasan, dikutip dari Associated Press, Selasa (9/2/2021).

Banyak pabrik garmen di Maroko, terutama di Kasablanka dan Tangier, menggunakan berbagai cara untuk mempercepat produksi untuk memenuhi permintaan internasional yang terus meningkat.

Pabrik besar biasanya mensubkontrakkan pesanan ke fasilitas ilegal dengan biaya lebih rendah demi bersaing dengan produk China dan Turki.

Pabrik tersembunyi semacam itu sebagian besar terletak di permukiman dan mempekerjakan hingga 40 orang, terkadang anak di bawah umur.

Jam kerja panjang serta upah rendah merupakan ciri dari pabrik ilegal tersebut. Fasilitas mereka biasanya tidak aman, tanpa alat pemadam kebakaran, dan tanpa pintu keluar darurat.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut