Bakal Membusuk di Penjara, Siapa Sesungguhnya Brenton Tarrant?
“Dia (Tarrant) mengaku memiliki kondisi emosi yang beracun dan sangat tidak bahagia. Dia merasa dikucilkan oleh masyarakat dan ingin merusak masyarakat sebagai tindakan balas dendam,” kata Zarifeh.
Beberapa menit sebelum pembantaian, Tarrant sempat mengirim pesan ke laman web ekstremis 8Chan—yang sekarang sudah dihapus—mengatakan bahwa ini adalah “waktunya berhenti membuat unggahan omong kosong dan saatnya membuat unggahan tentang upaya yang nyata”.

Di pengadilan, Mirwais Waziri, salah satu korban yang selamat dan ditembak di leher, mengingatkan Tarrant bahwa korban tewas termuda dalam serangannya terhadap para laki-laki, perempuan, dan anak-anak—yang semuanya tidak bersenjata—adalah Mucad Ibrahim yang berusia tiga tahun. Mucad ditembak dua kali sambil berpegangan pada kaki ayahnya untuk perlindungan.
“Dia (Tarrant) tidak memiliki agama, keyakinan, ataupun warna kulit. Dia tidak tahu apa-apa tentang itu,” kata Waziri.
“Bagaimana Anda akan menjawab, bagaimana Anda akan menghadap Tuhan pada hari penghakiman dan menjawab bagaimana dan mengapa Anda membunuh anak laki-laki berusia tiga tahun itu?” ucap Waziri.
Editor: Ahmad Islamy Jamil