Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Loyo, Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.706 per Dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

AS Siap Gempur Kuba: Dari Serangan Udara hingga Operasi Darat

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:18:00 WIB
AS Siap Gempur Kuba: Dari Serangan Udara hingga Operasi Darat
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mulai menyiapkan berbagai opsi operasi militer terhadap Kuba (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

“Gagasan awal tentang Kuba adalah bahwa kepemimpinannya lemah dan kombinasi penegakan sanksi yang ditingkatkan, terutama blokade minyak, serta kemenangan militer AS yang jelas di Venezuela dan Iran, akan menakut-nakuti Kuba untuk membuat kesepakatan,” ujarnya.

Namun, perhitungan AS disebut meleset. Kuba justru dianggap lebih tangguh dari perkiraan sebelumnya meski menghadapi tekanan ekonomi dan blokade berkepanjangan.

Direktur CIA John Ratcliffe diketahui telah mengunjungi Havana pekan lalu untuk bertemu perwakilan Kementerian Dalam Negeri Kuba. Dalam kunjungan tersebut, Ratcliffe memperingatkan bahwa Kuba tidak boleh lagi menjadi “tempat aman” bagi musuh-musuh AS.

Selain itu, NYT melaporkan pejabat senior AS juga mempertimbangkan kemungkinan menangkap mantan pemimpin Kuba Raul Castro, seperti operasi yang sebelumnya dilakukan terhadap Venezuela.

Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah Trump pada 29 Januari menandatangani instruksi presiden yang memberlakukan biaya impor terhadap negara-negara pemasok minyak ke Kuba. Trump juga menetapkan keadaan darurat nasional dengan alasan Kuba diduga mengancam keamanan nasional AS.

Langkah tersebut memperburuk krisis bahan bakar minyak di Kuba dan berdampak luas terhadap pembangkit listrik, transportasi, produksi pangan, layanan kesehatan, hingga pendidikan.

Di sisi lain, pemerintah Kuba memperingatkan bahwa tindakan militer AS akan memicu “pertumpahan darah” dan mengancam stabilitas kawasan. Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menegaskan negaranya siap menghadapi segala kemungkinan serangan dari Washington.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut