Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perang Lawan Iran Semakin Panas! AS Minta Warganya di Seluruh Dunia Waspada
Advertisement . Scroll to see content

AS Serang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Iran, Teheran: Tindakan Biadab!

Senin, 20 Juli 2026 - 03:15:00 WIB
AS Serang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Iran, Teheran: Tindakan Biadab!
Ilustrasi serangan AS ke PLTN Iran. (foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Militer Amerika Serikat (AS) menyerang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Darkhovin di Provinsi Khuzestan, Iran, Minggu (19/7/2026). AS melancarkan gelombang serangan ke-8 terhadap Iran, menargetkan lebih banyak wilayah.

Organisasi Energi Atom Iran menyatakan beberapa rudal AS menghantam lokasi PLTN yang masih dalam tahap pembangunan tersebut.

Disebutkan, serangan terjadi pada Minggu pukul 03.39 waktu setempat. PLTN Darkhovin mulai dibangun pada 2022.

Organisasi Energi Atom Iran mengecam keras serangan AS tersebut.

“Rezim AS teroris dan kriminal, sifatnya tidak lain adalah intimidasi dan pelanggaran hukum, melakukan tindakan agresif dan biadab yang melanggar hukum internasional,” bunyi pernyataan organisasi, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Disebutkan PLTN yang diserang merupakan salah satu simbol martabat Iran serta pembuktian dari kemandirian bangsa dalam bidang sains.

Sementara itu Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sedang menyelidiki laporan serangan AS  tersebut. Badan PBB tersebut mengindikasikan tak ada kebocoran radiasi karena PLTN masih dalam tahap pembangunan.

“Fasilitas tersebut masih dalam tahap pembangunan awal dan tidak mengandung material nuklir saat terakhir kali dikunjungi oleh IAEA,” kata badan PBB tersebut.

Serangan tersebut diyakini tidak menimbulkan risiko radiologis.

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mendesak semua pihak untuk menghindari serangan terhadap semua lokasi yang terkait dengan nuklir.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut