Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap, Masih Ada Bom AS di Fasilitas Nuklir Iran yang Belum Meledak
Advertisement . Scroll to see content

AS Perbarui Lembar Fakta di Situs Web, Tak Mendukung Kemerdekaan Taiwan dari China

Jumat, 03 Juni 2022 - 08:40:00 WIB
AS Perbarui Lembar Fakta di Situs Web, Tak Mendukung Kemerdekaan Taiwan dari China
Deplu AS memperbarui lembar fakta di situs web resmi bahwa tak mendukung kemerdekaan Taiwan dari China (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Secara de facto Taiwan sudah menjadi wilayah merdeka, meski tak mendapat pengakuan internasional. AS juga tidak memiliki hubungan formal dengan Taipei, meski menjadi pendukung utama pertahanan wilayah itu dari ancaman serangan China.

Nama resmi Taiwan tetap Republik China, sebagaimana diadopsi oleh pemerintahan usai melarikan diri dari China daratan pada 1949 setelah kalah dalam perang saudara melawan pasukan Komunis.

Parlemen China pada 2005 mengesahkan undang-undang yang memberi dasar hukum bagi pemerintah untuk melakukan tindakan militer jika Taiwan memisahkan diri.

Namun Taiwan menegaskan sebanyak 23 juta penduduknya memiliki hak untuk memutuskan masa depan sendiri. Rakyat Taiwan ingin perdamaian namun akan membela diri jika diserang.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut