AS Pasang Rudal Balistik di Kapal Perusak, Antisipasi Pertempuran Jarak Jauh dengan China di Pasifik
O'Brien menyebut di tahap pertama ada 60 kapal penghancur, termasuk kapal selam yang akan dilengkapi rudal hipersonik serta menambah rudal supersonic anti-kapal.
"Program Serangan Konvensional Angkatan Laut akan memberikan kemampuan rudal hipersonik untuk menahan target yang berisiko dari jarak yang lebih jauh," ujarnya dikutip dari South China Morning Post, Minggu (1/11/2020).
China modernasi AL dengan rudal jelajah anti-kapal
Sementara itu, China diketahui tengah memodernisasi angkatan lautnya dengan beragam platform dan senjata seperti rudal balistik anti-kapal dan rudal jelajah.
Layanan Riset Kongres AS yang dirilis bulan lalu menyebut angkatan laut China telah berubah menjadi "kekuatan militer yang tangguh di wilayah dekat Laut China", dan merupakan tantangan pertama yang dihadapi Angkatan Laut AS sejak akhir musim dingin.
Timothy Heath, pakar keamanan dari lembaga think tank AS, Rand, mengatakan bahwa penempatan rudal hipersonik pada kapal angkatan laut AS akan meningkatkan kapasitas mereka secara signifikan untuk bertahan, dan secara mematikan menyerang kapal dan target darat lainnya.