AS Jatuhkan Sanksi Terbaru ke Rusia soal Campur Tangan Pilpres 2020 dan Peretasan
Bersamaan dengan Uni Eropa, Inggris, Australia dan Kanada, Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi kepada delapan orang terkait dengan pendudukan dan penindasan Rusia di Krimea, wilayah Ukraina yang dicaplok pada 2014.
Rusia geram dengan pemberlakuan sanksi terbaru dengan menyebut tindakan tersebut meningkatkan suhu ketegangan kedua negara secara berbahaya.
Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil Dubes AS di Moskow untuk menyampaikan protes. Juru Bicara Kemlu Rusia mengatakan, pemerintah akan menanggapi sanksi tersebut dalam waktu dekat.
Sebelum perintah eksekutif disampaikan Biden, Rusia menyatakan sanksi yang akan dikeluarkan bisa memupus kemungkinan pertemuan puncak Joe Biden dengan Presiden Vladimir Putin.
Rusia membantah ikut campur dalam Pilpres AS serta terlibat dalam peretasan, memanfaatkan perusahaan teknologi AS SolarWinds Corp SWIN untuk menembus jaringan pemerintah.
Pemerintah juga menyangkal meracuni tokoh oposisi Alexei Navalny menggunakan zat pelumpuh saraf.
Selain itu, Kremlin menepis tuduhan mereka memberi hadiah kepada Taliban karena membunuh tentara AS di Afghanistan.
Editor: Anton Suhartono