Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral, Polisi Australia Seret Muslim Salat saat Demo Tolak Kunjungan Presiden Israel
Advertisement . Scroll to see content

AS Disebut Siap Kirim Bom dan Amunisi ke Israel, meski Biden Ngomong Gencatan Senjata di Gaza

Sabtu, 17 Februari 2024 - 12:33:00 WIB
AS Disebut Siap Kirim Bom dan Amunisi ke Israel, meski Biden Ngomong Gencatan Senjata di Gaza
Presiden AS Joe Biden mengatakan pihaknya mendorong gencatan senjata di Gaza. Tapi pada saat yang saman Pemerintah AS malah bersiap mengirimkan senjata baru untuk zionis. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON DC, iNews.id – Pemerintah AS dilaporkan sedang bersiap untuk mengirimkan bom dan senjata lain ke Israel. Hal itu bakal menambah persenjataan militer zionis, bahkan ketika Presiden Joe Biden mendorong gencatan senjata di Jalur Gaza

Laporan itu diungkapkan oleh Wall Street Journal (WSJ) pada Jumat (16/2/2024), dengan mengutip para pejabat dan mantan pejabat AS.

Pengiriman senjata yang diusulkan Washington DC itu antara lain mencakup bom MK-82 dan amunisi serangan langsung gabungan KMU-572 yang menambahkan panduan presisi pada bom. Ada juga sekering bom FMU-139. Menurut WSJ, nilai total semua senjata itu diperkirakan mencapai puluhan juta dolar AS.

Dikatakan bahwa rencana pengiriman senjata mematikan itu masih ditinjau secara internal oleh Pemerintah AS. Seorang pejabat Amerika mengatakan, perincian proposal dapat berubah sebelum pemerintah memberi tahu para pemimpin komite Kongres AS—yang menjadi penentu atas disetujui atau tidaknya rencana tersebut.

Departemen Luar Negeri AS, Departemen Pertahanan AS (Pentagon), Pasukan Pertahanan Israel (IDF), dan Kementerian Pertahanan Israel belum memberikan konfirmasi ataupun klarifikasi mengenai laporan WSJ tersebut.

Pada Desember 2023, pemerintahan Biden sudah dua kali melewatkan tinjauan kongres atas penjualan senjata ke Israel. 

Amerika Serikat menuai kritik karena terus memasok senjata ke Israel di saat semakin banyak tuduhan bahwa senjata buatan Amerika telah digunakan dalam berbagai serangan yang membunuh atau melukai warga sipil Palestina dan bahkan warga Israel sendiri.

Perang di Gaza dimulai ketika para pejuang Hamas melancarkan serangan mendadak ke Israel Selatan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang. Kelompok Palestina itu juga menawan 253 orang dari Israel dan membawa mereka ke Gaza.

Sejak itu, serangan udara dan darat Israel telah menghancurkan sebagian besar Jalur Gaza, menewaskan 28.775 penduduk daerah itu, serta memaksa hampir 2 juta warga Gaza meninggalkan rumah mereka.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut