Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Breaking News: Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Minggu dengan Iran
Advertisement . Scroll to see content

AS Ancam Hancurkan Peradaban Iran, Teheran: Langsung Kami Balas!

Rabu, 08 April 2026 - 03:03:00 WIB
AS Ancam Hancurkan Peradaban Iran, Teheran: Langsung Kami Balas!
Iran merespons ancaman Donald Trump yang akan melenyapkan peradaban negara itu jika tak membuka Selat Hormuz (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Iran merespons ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan melenyapkan peradaban negara itu pada Selasa (7/4/2026) malam waktu Washington DC jika tak juga membuka blokade Selat Hormuz.

Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani mengatakan, negaranya akan langsung membalas jika AS benar-benar menghancurkan infrastruktur, termasuk pembangkit listrik.

"Sehubungan dengan ancaman eksplisit Presiden AS tentang kejahatan perang besar-besaran dan penargetan serta penghancuran infrastruktur sipil penting Iran, Amerika Serikat akan memikul tanggung jawab penuh dan tak terbantahkan atas kejahatan perang yang nyata dan kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Iravani, di forum Dewan Kemanan PBB, dikutip dari Sputnik, Rabu (8/4/2026).

Iran, lanjut dia, tidak akan tinggal diam menghadapi kejahatan perang yang mengerikan tersebut.

"Iran, tanpa ragu, akan menggunakan haknya untuk membela diri dan akan langsung membalas dengab proporsional," kata Iravani.

Dia melanjutkan ancaman Trump untuk menghancurkan infrastruktur sipil Iran merupakan hasutan untuk melakukan kejahatan perang dan berpotensi pada praktik genosida.

“Pada saat yang sama, para pejabat AS mengancam akan menghancurkan infrastruktur sangat penting bagi kelangsungan hidup penduduk sipil. Ancaman tersebut, termasuk seruan presiden AS untuk penghancuran infrastruktur sipil penting secara luas, merupakan hasutan untuk kejahatan perang dan berpotensi genosida, dan harus dikutuk secara eksplisit berdasarkan hukum internasional,” ujarnya.

Dia menegaskan pernyataan itu tidak pantas disampaikan oleh pemimpin negara mana pun, apalagi kepala negara dari anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang dipercayakan untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut