Armada Kapal Selam Baru, Presiden Taiwan Tsai Ing Wen: Ini untuk Lindungi Kedaulatan Kami
Pemerintah AS pada 2018 memberikan lampu hijau bagi produsen di negeri Paman Sam untuk berpartisipasi dalam program industri militer Taiwan tersebut. Langkah AS itu secara luas dianggap membantu Taiwan mengamankan komponen utama pertahanan mereka, meski tidak dijelaskan perusahaan AS mana yang terlibat dalam proyek itu.
CSBC Corporation Taiwan selaku perusahaan pelat merah yang memimpin proyek itu menyatakan akan mengirimkan kapal selam pertama dari delapan kapal selam yang direncanakan pada 2025. Ini memberikan dorongan besar untuk modernisasi militer dan rencana swasembada peralatan tempur yang selalu didengungkan Tsai.
Pimpinan CSBC, Cheng Wen Lung mengatakan, mereka menghadapi tantangan besar, termasuk kesulitan mendapatkan suku cadang. “Selain itu, ada kekuatan luar yang menghalangi pengembangan program ini,” ungkapnya.
Peralatan militer Angkatan Bersenjata Taiwan sebagian besar dilengkapi oleh Amerika Serikat. Akan tetapi, Tsai telah menjadikan pengembangan industri pertahanan dalam negeri yang maju sebagai prioritas dalam misi pemerintahnya.
Pada Juni lalu, Tsai mengawasi uji terbang publik pertama pesawat latih jet canggih baru yang dirancang dan dibuat Taiwan di dalam negeri.
Pasukan China telah meningkatkan aktivitas militer mereka di dekat Taiwan. Bahkan, Beijing beberapa kali menerbangkan pesawat tempurnya melintasi garis median penyangga tidak resmi di Selat Taiwan yang sensitif.
Editor: Ahmad Islamy Jamil