Arab Saudi Tangkap 3 Pangeran Senior Kerajaan Atas Tuduhan Berkhianat
RIYADH, iNews.id - Pemerintah Saudi menahan tiga anggota keluarga kerajaan termasuk dua pangeran senior. Hal itu disampaikan beberapa media Amerika Serikat (AS), Jumat (6/3/2020).
Wall Street Journal melaporkan, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, pangeran Ahmed bin Abdulaziz Al Saud, saudara Raja Salman; serta keponakan raja, Pangeran Mohammed bin Nayef, dibawa dari rumah mereka pada Jumat pagi oleh penjaga kerajaan setelah dituduh melakukan pengkhianatan.
The New York Times juga melaporkan penahanan, dan menambahkan bahwa adik Pangeran Nayef, Pangeran Nawaf bin Nayef, juga ditahan.
Pemerintah Saudi belum menanggapi permintaan berkomentar atas kabar ini.
Begini Penampakan Masjidil Haram usai Arab Saudi Umumkan Penutupan Sementara
Penahanan ini menandai tindakan keras terakhir yang dilakukan penguasa de facto Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).
Pangeran Mohammed, putra raja, juga menghadapi banyak kecaman internasional atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di dalam konsulat kerajaan Istanbul pada Oktober 2018.
Arab Saudi Tutup Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Sesudah Isya hingga Sebelum Salat Subuh
Pangeran Ahmed, berusia 70-an, kembali ke kerajaan dari markasnya di London setelah skandal Khashoggi. Hal itu dianggap oleh beberapa pihak sebagai upaya menopang dukungan bagi monarki.
Pada Juni 2017, Pangeran Mohammed menyingkirkan Pangeran Nayef, mantan pangeran mahkota sekaligus menteri dalam negeri, dari kesempatan menjadi pewaris takhta paling kuat di dunia Arab.
Pada saat itu, saluran televisi Saudi menunjukkan MBS mencium tangan pangeran yang lebih tua itu dan berlutut di hadapannya untuk menunjukkan rasa hormat.
Laporan media Barat kemudian menyebut pangeran yang digulingkan itu ditempatkan di bawah tahanan rumah, klaim yang dibantah keras oleh otoritas Saudi.
Penahanan itu terjadi pada saat yang sensitif ketika Arab Saudi melarang umrah bagi jamaah Muslim di tengah merebaknya virus korona.
Saudi menunda umrah sepanjang tahun akibat kekhawatiran virus menyebar ke Mekah dan Madinah.
Editor: Nathania Riris Michico