Apes, Karyawan Perusahaan Multinasional Ini Kena Tipu Transfer Rp400 Miliar ke Bos Palsu
Dalam pemeriksaan kepolisian, korban mengatakan orang yang menghubunginya terlihat dan berbicara seperti atasannya. Dia sebenarnya sedikit curiga karena selama percakapan, mereka memberikan perintah sebelum mengakhiri konferensi video secara tiba-tiba.
Penipuan ini baru diketahui ketika dia menanyakan ke kantor pusat tentang transaksi tersebut. Dari situ diketahui tidak ada seorang pun yang mengetahui tentang transaksi tersebut.
Kepolisian Hong Kong sedang menyelidiki kasus yang baru pertama kali terjadi ini.
“Mereka menggunakan teknologi deepfake untuk meniru suara target yang membaca naskah,” kata pejabat kepolisian, Baron Chan Shun Ching.
Baron menambahkan, ini adalah kasus pertama di mana korban ditipu dalam konferensi video melibatkan beberapa orang.
Penipuan deepfake dan kloning suara semakin sering ditemui di berbagai negara dalam beberapa tahun terakhir. Kejahatan ini sebagai imbas dari perkembangan teknologi yang memungkinkan orang tidak bisa membedakan antara orang sungguhan dengan kloning digital.
Editor: Anton Suhartono