Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Militer Israel Kekurangan Tentara akibat Perang Gaza, Paling Sedikit Sepanjang Sejarah
Advertisement . Scroll to see content

Amerika Maklumi Serangan Selama Gencatan Senjata Gaza: Pertempuran Kecil di Sana-Sini Biasa!

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:02:00 WIB
Amerika Maklumi Serangan Selama Gencatan Senjata Gaza: Pertempuran Kecil di Sana-Sini Biasa!
Amerika Serikat menegaskan perjanjian gencatan senjata Israel-Hamas masih berlaku meski terjadi serangan Zionis ke Gaza pada Selasa (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menegaskan perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas masih berlaku meski terjadi serangan udara mematikan di Jalur Gaza pada Selasa (28/10/2025) malam. Namun, pernyataan AS menuai sorotan karena cenderung memaklumi aksi militer Israel di tengah kesepakatan damai.

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan, pelanggaran kecil selama masa gencatan senjata adalah hal wajar terjadi di wilayah konflik seperti Gaza.

“Gencatan senjata tetap berlaku. Itu tidak berarti tidak akan ada pertempuran kecil di sana-sini,” ujar Vance, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (29/10/2025).

Pernyataan tersebut muncul setelah militer Israel menggempur beberapa titik di Jalur Gaza, termasuk Kota Gaza dan Rafah, dengan dalih membalas serangan penembak jitu dan peluru anti-tank terhadap tentaranya.

Menurut Vance, informasi awal yang diterima Washington menunjukkan bahwa penyerangan terhadap pasukan Israel dilakukan oleh kelompok bersenjata di Rafah, yang kemudian memicu respons cepat dari militer Israel.

“Kami sudah memperkirakan Israel akan membalas. Tapi saya kira perdamaian yang dijanjikan Presiden (Donald Trump) akan tetap berlaku meski ada kejadian ini,” katanya menambahkan.

Dua pejabat AS yang dikutip Associated Press menyebut, Israel telah memberi tahu Gedung Putih sebelum melancarkan serangan balasan tersebut. Namun, langkah itu tetap menimbulkan pertanyaan soal sejauh mana AS menoleransi tindakan Israel yang jelas melanggar semangat gencatan senjata.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menuduh Hamas sengaja menyerang tentaranya di Rafah dan bersumpah kelompok itu akan membayar mahal atas dugaan pelanggaran tersebut.

Namun Hamas membantah tuduhan itu dan menyebut serangan Israel sebagai bentuk pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani di Sharm El Sheikh, Mesir.

Kelompok perlawanan tersebut menegaskan, tidak ada serangan terhadap pasukan Israel dan menuduh Tel Aviv mencari-cari alasan untuk melanjutkan agresinya ke Gaza.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut