Ambil Alih Gaza, Trump Ungkap Rencana Transaksi Real Estate
"kita tidak membutuhkan siapa pun di sana. Itu akan dipasok dan diberikan kepada kita oleh Israel. Mereka akan mengawasinya dalam hal keamanan," katanya, seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (9/2/2025).
"Kita tidak berbicara tentang pasukan di lapangan atau apa pun, tapi saya kira fakta bahwa kita hadir di sana, bahwa kita memiliki investasi di sana, akan sangat membantu menciptakan perdamaian," ujarnya, menambahkan.
Trump menegaskan pemerintahannya hanya ingin melihat stabilitas di Gaza seraya berharap ada bagian tertentu di wilayah itu yang bisa dimiliki.
"Itu akan menunjukkan dan mewujudkan stabilitas luar biasa dan di wilayah itu dengan biaya sangat kecil, harga sangat murah, dan kita sama sekali tidak membutuhkan tentara. Itu akan diurus oleh pihak lain, dan investasinya juga diurus oleh pihak lain," tuturnya.
Rencana Trump tersebut menghadapi perlawanan keras. Puluhan negara, termasuk Turki, Spanyol, Irlandia, Norwegia, Jerman, Prancis, Yordania, Mesir, dengan tegas menolak usulan tersebut. Bahkan penolakan datang dari mitra terdekat Trump dari Partai Republik, termasuk Senator Lindsey Graham dan Rand Paul.
Editor: Anton Suhartono