GAZA, iNews.id - Satu per satu negara Amerika Latin bersikap tegas kepada Israel terkait serangan brutal ke Jalur Gaza. Bahkan pekan ini Bolivia berani memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel.
Dua negara Amerika Latin lainnya yakni Cile dan Kolombia memanggil duta besarnya dari Israel untuk berkonsultasi. Negara lain mendesak gencatan senjata segera di Gaza.
Dari 57 Negara Muslim di Dunia, Kenapa Hanya Pakistan yang Memiliki Senjata Nuklir?
"(Bolivia) Memutuskan untuk menghentikan hubungan diplomatik dengan negara Israel sebagai penolakan dan kecaman atas serangan militer Israel yang agresif dan tidak proporsional di Jalur Gaza,” kata Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Bolivia Freddy Mamani, pada Selasa lalu, dikutip dari Al Jazeera.
Sebagai respons, keesokan harinya, Israel menuduh Bolivia mendukung terorisme serta rezim Ayatollah di Iran di balik keputusan tersebut.
Hamas Bersumpah Tak Akan Menyerah hingga Israel Hancur
Keputusan Bolivia itu mendapat sambutan hangat dari Hamas, kelompok perlawanan Palestina yang menguasai Gaza. Hamas juga mendesak negara-negara Arab yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel untuk melakukan hal yang sama dengan Bolivia. Empat negara Arab menormalisasi hubungan dengan Israel sejak 2020, yakni Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko.
Lantas mengapa banyak negara Amerika Latin mendukung Palestina?
Di lihat dari latar belakangnya, negara-negara berhaluan kiri di Amerika Latin cenderung bersimpati dengan perjuangan Palestina, sementara negara-negara beraliran kanan mengikuti jejak AS. Sikap yang sama juga diambil Rusia, China, Korea Utara, serta negara-negara lain yang berseberangan dengan pandangan Barat.
Cile Tarik Dubes dari Israel, Protes Kebiadaban Zionis di Gaza