Alasan Israel Terus Gempur Gaza Palestina, Bermula sejak Hamas Berkuasa
YERUSALEM, iNews.id - Israel beberapa kali melakukan serangan mematikan ke wilayah Gaza sejak beberapa tahun terakhir. Serangan Israel sejak 7 Oktober 2023, sudah menewaskan lebih dari 2.200 warga Palestina.
Sejak pejuang Palestina Hamas mengambil alih Gaza pada tahun 2007, wilayah ini telah menjadi titik fokus dalam konflik militer Israel dengan Palestina.
Melansir dari Bloomberg, Minggu (15/10/2023), pemadaman listrik sering dilakukan. Kemiskinan dan ketakutan jadi masalah setiap hari bagi warga Gaza.
Saat ini, Gaza adalah salah satu dari dua wilayah Palestina, bersama dengan Tepi Barat. Israel mengendalikan wilayah udara dan maritim Gaza dan juga memberlakukan blokade bersama Mesir.
Dalam Sepekan, Sudah 2.269 Warga Palestina Gugur akibat Kebrutalan Israel
Sebelum 2007, Gaza dipimpin organisasi Fatah yang diakui dunia sebagai pemerintahan administratif di Palestina. Organisasi itu yang menandatangani kesepakatan perdamaian dengan Israel.
Namun, Hamas konsiten menolak keberadaan Israel, memenangkan pemilihan legislatif pada 2007. Setelah berbulan-bulan pertempuran, Hamas mengambil alih Gaza. Israel merespons dengan memberlakukan blokade, dengan alasan perlunya melindungi rakyatnya.
Hamas Puji Sikap Vladimir Putin terkait Konflik Palestina-Israel
Sejak itu, Israel dan kelompok Hamas di Gaza telah terlibat dalam empat konfrontasi militer signifikan. Sementara Hamas mengendalikan keamanan di Gaza, pendanaan untuk layanan kesehatan, listrik, dan layanan lainnya sebagian besar berasal dari PBB dan negara-negara asing, baik langsung maupun melalui Otoritas Palestina.
PBB memperkirakan bahwa lebih dari 5.200 warga Gaza tewas dalam konflik-konflik sporadis dengan Israel selama bertahun-tahun. Banyak dari mereka adalah anak-anak, dan sebagian besar meninggal akibat serangan udara Israel.
Sebuah laporan tahun 2021 dari kelompok advokasi Euro-Med Monitor menyatakan bahwa sembilan dari sepuluh anak di Gaza mengalami trauma yang terkait dengan konflik.
Sebagian besar warga Gaza tinggal di kamp-kamp pengungsi yang dibangun lebih dari tujuh dekade yang lalu untuk menampung warga Palestina yang terusir dalam perang tahun 1948.
Dengan aktivitas ekonomi yang terbatas, banyak dari mereka masih mengandalkan bantuan makanan dari PBB.
Blokade Israel selama 15 tahun juga telah memperparah kemiskinan. Pemadaman listrik terjadi setiap hari selama beberapa jam. Sebagian besar air keran tidak layak minum, sehingga rumah tangga harus membeli dari swasta.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq