Aktivis LGBTQ Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan, Ahli Patologi: akibat Pembekapan
NAIROBI, iNews.id - Penyebab tewasnya aktivis LGBTQ Kenya, Edwin Chiloba akibat kekurangan oksigen. Ada kaus kaki yang disumpalkan ke mulutnya.
Pernyataan ini disampaikan seorang ahli patologi Johansen Oduor pada hari Rabu (11/1/2023). Dia menjelaskan, Chiloba tewas akibat pembekapan.
"(Dia) meninggal karena asfiksia yang disebabkan oleh pembekapan. Kami menemukan dia memiliki sepotong celana jeans yang diikatkan di sekitar mulut, dan di sekitar hidung. Ada kaus kaki yang dimasukkan ke dalam mulutnya," katanya.
Dia menambahkan, Chiloba tidak memiliki tanda-tanda cedera lainnya.
Polemik Rencana Kedatangan Utusan Khusus AS untuk LGBTQ+ Jessica Stern, Ini Kata Kemenlu
Sebelumnya, mayat Chiloba ditemukan dalam kotak logam di pinggir jalan dekat Kota Eldoret minggu lalu.
Polisi percaya, Chiloba yang merupakan seorang model dan perancang busana, dibunuh di rumahnya di Kota Kenya barat. Polisi telah menetapkan teman sekamarnya, Jacktone Odhiambo, yang diduga memiliki hubungan dengannya, sebagai tersangka utama.
Sadis! Begini Cara Suami Bunuh Istri Hamil di Buleleng, Dibekap Wajahnya dan Dihantam Alu
Odhiambo dan empat tersangka lainnya kini berada dalam tahanan polisi.
Kematian Chiloba telah menggemparkan komunitas LGBTQ di Kenya. Pasalnya, homoseksualitas merupakan hal yang tabu. Seks gay dapat dihukum 14 tahun penjara meskipun hukum itu jarang ditegakkan.
Editor: Umaya Khusniah